Pages

Sabtu, 19 Juni 2010

Apa Isi Mi Instan?

Apa makanan pilihan Anda saat sedang lapar di antara waktu makan utama? Salah satunya mungkin adalah mi instan. Selain praktis dalam penyajiannya, harga mi instan relatif murah dan rasanya pun beragam.

Apakah mi instan baik untuk tubuh Anda? Para ahli gizi dunia memang tidak pernah menyatakan secara langsung bahwa mi instan tidak sehat bagi tubuh Anda. Tapi mereka telah memaparkan berbagai kandungan yang terdapat pada mi instan, beserta dengan efeknya terhadap tubuh.

Tepung terigu
Bahan utama mi adalah tepung terigu yang merupakan karbohidrat kompleks. Makanan kaya karbohidrat seperti pada mi instan, mengandung pati (zat tepung) yang tinggi. Menurut American Medical Association dalam artikelnya mengenai hubungan antara konsumsi tinggi pati dengan penyakit diabetes, menyebutkan bahwa roti putih, smashed potato (kentang tumbuk) dan mi instan memiliki nilai glycemic index yang tinggi. Makanan tersebut akan mempercepat tubuh untuk mengeluarkan insulin sehingga menyebabkan tubuh kekurangan insulin dalam waktu singkat. Insulin merupakan hormon yang berfungsi seperti kunci untuk membuka sel tubuh sehingga glukosa dari makanan bisa diserap oleh sel-sel tubuh dan diubah menjadi energi. Kekurangan insulin menyebabkan sel tidak mampu menyerap glukosa, akibatnya kadar gula dalam darah melonjak. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak organ-organ tubuh.
Anda tidak perlu buru-buru membatasi konsumsi mi instan. 1-2 mangkok mi instan dalam seminggu, masih aman untuk dikonsumsi.

Lemak
Kebanyakan dari mi instan dibuat dengan cara deep frying (menggoreng dalam rendaman minyak yang banyak) menggunakan minyak kelapa sawit.

Potasium karbonat
Potasium karbonat merupakan sejenis garam yang membuat mi berwarna kekuningan dan bentuk mi tetap kokoh. Tanpa bahan tambahan ini, mi akan menjadi lebih lembek dan mudah menjadi seperti bubur. Potasium karbonat tidak memiliki nilai nutrisi, tetapi bukan berarti tidak menyehatkan. Selain potasium karbonat, kandungan bumbu dalam mi instan kebanyakan merupakan produk garam. Jika Anda memiliki penyakit darah tinggi yang diharuskan membatasi asupan garam, mi instan sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi.

MSG (monosodium glutamat)
Flavour (perasa) pada mi instan mengandung MSG dalam jumlah yang cukup besar. MSG memang bukan bahan tambahan makanan yang dilarang penggunaannya, tapi pada sebagian orang yang sensitif terhadap MSG, terdapat keluhan demam dan sakit kepala setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG. Saat ini memang sudah ada produk mi instan tanpa MSG, tetapi harganya lebih mahal dan rasanya hambar.

Tartrazine
Tartrazine merupakan bahan pewarna makanan yang membuat kuah mi instan berwarna kekuningan. Pada umumnya tartrazine cukup aman untuk dikonsumsi, tetapi pada orang tertentu dapat menyebabkan gatal.

Untuk menambah manfaat dari makanan favorit ini, ada baiknya menambahkan telur dan berbagai sayuran ke dalam mi instan. Kandungan protein dan vitamin yang ditambahkan tersebut, tidak lagi membuat mi instan sebagai makanan yang miskin gizi.

Tidak ada komentar: